Social Media

twitterfacebookgoogle plusinstagramrss feedemail

Selasa, 17 September 2013

BELAJAR YAKIN & IKHLAS DARI BINATANG




tag : Ustadz Mika Maulana, Mika Maulana, Ust.Mika Maulana Suhelmi, Mika Maulana Suhelmi, Ustadz Mika Maulana Suhelmi, Muka Maulana Pondok Cabe, Mika Maualan Istana Yatim, Ustadz Mika Maulana Istana Yatim, Ustadz Mika Maulana Istana Yatim Pondok Cabe, Ustadz Mika Maulana Suhelmi Istana Yatim Pondok Cabe, Motivasi Islami, Artikel Motivasi, Artikel Motivasi Islami, Inspirasi Islami, Kisah Inspirasi, Kisah Inspirasi Islami, Artikel Islami, Kumpulan Artikel Islami, Kumpulan Artikel Motivasi.

Sering kali kita dengar berita melalui media massa tentang keputus asaan seorang manusia yang nekat mengakhiri hidupnya secara tragis ( Bunuh Diri ). Ironi memang , terkenal memiliki kelebihan "akal" dibanding mahluk lainnya dimuka bumi rupanya belum mampu membuat mahluk berakal bernama manusia yakin dan ikhlas akan nasib dari Rabb Sang Maha Pengasih.

Sering kali pun kita akan marah ketika kita dipersamakan oleh binatang, padahal binatang belum tentu lebih hina dari kita, adakalanya mereka menjadi percontohan ilmu maupun perbuatan mulia bagi manusia ( lihat saja bagaimana ketika burung, Allah utus untuk mengajarkan bagaimana cara menguburkan jenazah kepada putra nabi adam A.S.), dan bahkan nama-nama binatang pun banyak menghiasi ayat maupun nama surat dalam Al Qur'an, semata agar kita bisa memetik ilmu didalamnya.

Yuk sama-sama kita belajar yakin  ama belajar ikhlas dari mahluk Allah tersebut, Kita lihat burung tiap pagi keluar dari sarangnya untuk mencari makan. Tidak terbayang sebelumnya kemana dan dimana ia harus mencari makanan yang diperlukan. Karena itu, kadangkala sore hari ia pulang dengan perut kenyang dan bisa membawa makanan buat keluarganya, tapi kadang makanan itu cuma cukup buat keluarganya (anaknya), sementara ia harus puasa. Bahkan seringkali ia pulang tanpa membawa apa-apa buat keluarganya sehingga ia dan keluarganya harus berpuasa.

 Meskipun burung lebih sering mengalami kekurangan makanan karena tidak punya ‘kantor’ yang tetap, apalagi setelah lahannya banyak yang diserobot manusia, namun yang jelas kita tidak pernah melihat ada burung yang berusaha untuk bunuh diri. Kita tidak pernah melihat ada burung yang tiba-tiba menukik membenturkan kepalanya ke batu cadas. Kita tidak pernah melihat ada burung yang tiba-tiba menenggelamkan diri ke sungai. Kita tidak pernah melihat ada burung yang memilih meminum racun untuk mengakhiri penderitaannya. Kita lihat burung tetap yakin akan rizki yang dijanjikan Allah S.W.T selaku Tuhan yang Maha Mengatur rizki bagi setiap mahluk-Nya. Kita lihat, walaupun kelaparan, tiap pagi ia tetap berkicau dengan merdunya. Subhanallah....

Lihat pula seekor kambing, yang tak pernah stress bunuh diri saat anak - anaknya gak pada sekolah semua ( yah namanya juga kambing, yah gak pada sekolah kan ), nah kita ? anak kita tidak diterima di sekolah terbaik saja langsung sedih, murung dan berduka padahal bukanlah akhir dari sebuah dunia, bahkan seorang sarjana saja begitu sedih dan takutnya ketika belum kunjung mendapatkan sebuah pekerjaan.

Yah, kita memang sepatutnya juga malu ama kambing dan binatang lainnya, mereka gak terkaruniai "akal" dan juga gak pernah mengenyam bangku pendidikan tapi lihatlah bagaimana mereka begitu yakin dan ikhlasnya menjalani takdir mereka, dan subhanallah nya lagi lihatlah bagaimana mereka bisa "nyuruh manusia " untuk melayani mereka, hanya dengan modal ngeluarin suara "mbe,mbe" seekor kambing  udah bisa nyuruh "manusia" buat nyariin rumput buat makanan mereka.....( hehe kadang kita gak sadar udah disuruh,suruh yach )...

Tampaknya binatang lebih memiliki keyakinan dan keikhlasan yang lebih tinggi terhadap Allah S.W.T sebagai pengatur rizki mereka, karena menyadari  benar bahwa demikianlah hidup, suatu waktu berada di atas dan dilain waktu terhempas ke bawah. Suatu waktu kelebihan dan dilain waktu kekurangan. Suatu waktu kekenyangan dan dilain waktu kelaparan.

Katakanlah: "Dia-lah Allah, Yang Maha Esa, Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. ( Q.S. Al Ikhlas 1-2 )

Subhanallah, lalu bagaimana dengan kita ?
lebih banyak yakinnya atau lebih banyak ragunya ??
lebih banyak bersyukurnya atau ngeluhnya ?

Wassalam,
Mika Maulana S
Berbagi Inspirasi Berbagi Motivasi
www.istanayatim.com

SEDEKAH PEDULI YATIM PIATU DAN DHU'AFA ISTANA YATIM

Rek. Zakat, Infaq & Sedekah :

BCA : 8800-454-744
BNI : 021-763-7466
MANDIRI : 101-00-0608805-6
a/n : Yayasan Darul Ilmi Al Fikri

Rek. Wakaf ISTANA Yatim :

MUAMALAT : 0000-257-859
MANDIRI : 164-00-0017431-0
BCA : 8800-50000-2
a/n : Yayasan Darul Ilmi Al Fikri

Info : www.alfikriindonesia.com
www.istanayatim.com

Luar indonesia via Western Union.

Confirm via : * Inbox Facebook
* Sms : 0857 1616 2721
* Fax : ( 021) 744 3503

Tidak ada komentar:

Posting Komentar