![]() |
| Mika Maulana S |
tag : Ustadz Mika Maulana, Mika Maulana, Ust.Mika Maulana Suhelmi, Mika Maulana Suhelmi, Ustadz Mika Maulana Suhelmi, Muka Maulana Pondok Cabe, Mika Maualan Istana Yatim, Ustadz Mika Maulana Istana Yatim, Ustadz Mika Maulana Istana Yatim Pondok Cabe, Ustadz Mika Maulana Suhelmi Istana Yatim Pondok Cabe, Motivasi Islami, Artikel Motivasi, Artikel Motivasi Islami, Inspirasi Islami, Kisah Inspirasi, Kisah Inspirasi Islami, Artikel Islami, Kumpulan Artikel Islami, Kumpulan Artikel Motivasi.
Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Saudaraku yg dirahmati Allah….
Kita butuh susah dan menderita,
untuk tahu apa itu senang dan bahagia.
Kita perlu sakit dan stress,
untuk mensyukuri sebuah kesehatan dan ketenangan.
Yah bener banget, kita –kita orang memang perlu musibah, perlu penderitaan, untuk bisa tahu apa itu nikmat. Kita memang memerlukan penderitaan untuk bisa tahu apa itu kesenangan yang sebenarnya. Kadang manusia itu buta, tidak bisa melihat saat kaya, tidak bisa menemukan Allah saat senang. Makanya Allah kasih kita kesusahan. Siapa tahu dengan jalan kesusahan, kita malah justru bisa melihat Allah, bisa menemukan Allah, mau mengenal-Nya dan mau mendekati-Nya.
Maka jadilah kita butuh stress untuk tahu apa artinya ketenangan.
Makanya, kalau engga kepengen kita melihat, mengenal dan mendekati-Nya dalam kesusahan, buru-buru sekarang kita temukan, kita lihat, mengenal dan mendekati-Nya. Artinya pas kaya, cepet-cepet ingat Dia, benahi kelakuan, jangan sombong, jangan zalim. Pas sehat, gunakan badan buat shalat, cepet-cepet ikhlasin dahi untuk sujud. Supaya kita tidak disadarkan dengan penyakit.
Pas mampu,sukses dan jaya buru-buru dah kita inget-inget ama yang kagak mampu, inget ama guru-guru dan orang-orang yg udah berjasa ama kita, jangan nunggu ditipu rekan bisnis dulu, atau nunggu usaha gulung tikar. Kalo kita inget ama Allah saat kita jaya,kaya dan sukses, Allah tidak perlu mencabut kesenangan kita, kekayaan kita. Soalnya Allah menganggap, tidak perlu membuat kita susah, membuat kita jatuh miskin, atau membuat kita sakit yang berlebihan. Toh, tanpa 'diingatkan' Allah, kita udeh ingat Dia duluan.
" Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada mereka sendiri. Mereka itulah orang-orang yang fasik." ( Al-Hasyr: 19 ).
Ada banyak manusia yang tidak mampu menghargai keberadaan Allah sebagai Tuhan yang Maha Esa dikala senang. Di saat menderita, di saat susah, baru mereka mau mengakui keberadaan-Nya, dan mau mendekati-Nya kembali.
Begitulah. Makanya ketika kita tersudutkan lantaran perbuatan kita, kita tidak boleh putus asa. Bila mau sedikit mencoba memahami pesan-pesan Allah, maka hembusan rahmat-Nya akan terasa pada kehidupan kita. Begitu juga untuk mereka yang sedang sakit, sedang susah, sedang menemui kesulitan. Coba pahami dulu apa maksud Allah dengan semua ini. Jadikan saat-saat susah, saat-saat menderita, menjadi saat-saat yang menyenangkan, yaitu ketika kita akhirnya bisa dekat dengan Dia, Allah, Tuhan Yang Maha Memberikan kesenangan.
"...Dan Kami timpakan azab kepada mereka supaya mereka kembali ke jalan yang benar." (Az-Zukhruf:48).
Ada satu cara agar Allah tidak mengingatkan kita dengan segala macam penderitaan, dengan segala macam kesusahan. Yakni buru-buru mendekatkan diri kepada-Nya, mengulurkan tangan kepada yang butuh uluran tangan, peduli kepada para kekasih-Nya (anak-anak yatim piatu dan dhu’afa) dan terus menerus memperbaiki diri. Kalau tidak, maka tunggulah hingga Dia menyapa bahkan menegur kita dalam suasana kesusahan yang tidak pernah kita duga / bayangkan sebelumnya.
Saudaraku yg dirahmati Allah….
Allah tidak pernah suka melihat hamba-hamba-Nya tenggelam dalam lautan penderitaan, karena Dia Mahakasih. Maka bersegeralah memburu Kasih-Nya.
"Dan Allah hendak menerima taubatmu, sedang orang-orang yang mengikuti hawa nafsunya bermaksud supaya kamu berpaling sejauh-jauhnya (dari kebenaran). Allah hendak memberikan keringanan kepadamu, dan manusia dijadikan bersifat lemah." ( An-Nisa : 27-28 )
Rek. Zakat, Infaq & Sedekah :
BCA : 8800-454-744
BNI : 021-763-7466
BRI : 0524-01-006026-50-7
MANDIRI : 101-00-0608805-6
a/n : Yayasan Darul Ilmi Al Fikri
Rek. Wakaf ISTANA Yatim :
MUAMALAT : 0000-257-859
MANDIRI : 164-00-0017431-0
BCA : 8800-50000-2
a/n : Yayasan Darul Ilmi Al Fikri
Info : www.istanayatim.com
Saudaraku yg dirahmati Allah….
Kita butuh susah dan menderita,
untuk tahu apa itu senang dan bahagia.
Kita perlu sakit dan stress,
untuk mensyukuri sebuah kesehatan dan ketenangan.
Yah bener banget, kita –kita orang memang perlu musibah, perlu penderitaan, untuk bisa tahu apa itu nikmat. Kita memang memerlukan penderitaan untuk bisa tahu apa itu kesenangan yang sebenarnya. Kadang manusia itu buta, tidak bisa melihat saat kaya, tidak bisa menemukan Allah saat senang. Makanya Allah kasih kita kesusahan. Siapa tahu dengan jalan kesusahan, kita malah justru bisa melihat Allah, bisa menemukan Allah, mau mengenal-Nya dan mau mendekati-Nya.
Maka jadilah kita butuh stress untuk tahu apa artinya ketenangan.
Makanya, kalau engga kepengen kita melihat, mengenal dan mendekati-Nya dalam kesusahan, buru-buru sekarang kita temukan, kita lihat, mengenal dan mendekati-Nya. Artinya pas kaya, cepet-cepet ingat Dia, benahi kelakuan, jangan sombong, jangan zalim. Pas sehat, gunakan badan buat shalat, cepet-cepet ikhlasin dahi untuk sujud. Supaya kita tidak disadarkan dengan penyakit.
Pas mampu,sukses dan jaya buru-buru dah kita inget-inget ama yang kagak mampu, inget ama guru-guru dan orang-orang yg udah berjasa ama kita, jangan nunggu ditipu rekan bisnis dulu, atau nunggu usaha gulung tikar. Kalo kita inget ama Allah saat kita jaya,kaya dan sukses, Allah tidak perlu mencabut kesenangan kita, kekayaan kita. Soalnya Allah menganggap, tidak perlu membuat kita susah, membuat kita jatuh miskin, atau membuat kita sakit yang berlebihan. Toh, tanpa 'diingatkan' Allah, kita udeh ingat Dia duluan.
" Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada mereka sendiri. Mereka itulah orang-orang yang fasik." ( Al-Hasyr: 19 ).
Ada banyak manusia yang tidak mampu menghargai keberadaan Allah sebagai Tuhan yang Maha Esa dikala senang. Di saat menderita, di saat susah, baru mereka mau mengakui keberadaan-Nya, dan mau mendekati-Nya kembali.
Begitulah. Makanya ketika kita tersudutkan lantaran perbuatan kita, kita tidak boleh putus asa. Bila mau sedikit mencoba memahami pesan-pesan Allah, maka hembusan rahmat-Nya akan terasa pada kehidupan kita. Begitu juga untuk mereka yang sedang sakit, sedang susah, sedang menemui kesulitan. Coba pahami dulu apa maksud Allah dengan semua ini. Jadikan saat-saat susah, saat-saat menderita, menjadi saat-saat yang menyenangkan, yaitu ketika kita akhirnya bisa dekat dengan Dia, Allah, Tuhan Yang Maha Memberikan kesenangan.
"...Dan Kami timpakan azab kepada mereka supaya mereka kembali ke jalan yang benar." (Az-Zukhruf:48).
Ada satu cara agar Allah tidak mengingatkan kita dengan segala macam penderitaan, dengan segala macam kesusahan. Yakni buru-buru mendekatkan diri kepada-Nya, mengulurkan tangan kepada yang butuh uluran tangan, peduli kepada para kekasih-Nya (anak-anak yatim piatu dan dhu’afa) dan terus menerus memperbaiki diri. Kalau tidak, maka tunggulah hingga Dia menyapa bahkan menegur kita dalam suasana kesusahan yang tidak pernah kita duga / bayangkan sebelumnya.
Saudaraku yg dirahmati Allah….
Allah tidak pernah suka melihat hamba-hamba-Nya tenggelam dalam lautan penderitaan, karena Dia Mahakasih. Maka bersegeralah memburu Kasih-Nya.
"Dan Allah hendak menerima taubatmu, sedang orang-orang yang mengikuti hawa nafsunya bermaksud supaya kamu berpaling sejauh-jauhnya (dari kebenaran). Allah hendak memberikan keringanan kepadamu, dan manusia dijadikan bersifat lemah." ( An-Nisa : 27-28 )
Rek. Zakat, Infaq & Sedekah :
BCA : 8800-454-744
BNI : 021-763-7466
BRI : 0524-01-006026-50-7
MANDIRI : 101-00-0608805-6
a/n : Yayasan Darul Ilmi Al Fikri
Rek. Wakaf ISTANA Yatim :
MUAMALAT : 0000-257-859
MANDIRI : 164-00-0017431-0
BCA : 8800-50000-2
a/n : Yayasan Darul Ilmi Al Fikri
Info : www.istanayatim.com
Wassalam,
Mika Maulana S
Berbagi Inspirasi, Berbagi Motivasi
Mika Maulana S
Berbagi Inspirasi, Berbagi Motivasi
tag : Ustadz Mika Maulana, Mika Maulana, Ust.Mika Maulana Suhelmi, Mika Maulana Suhelmi, Ustadz Mika Maulana Suhelmi, Muka Maulana Pondok Cabe, Mika Maualan Istana Yatim, Ustadz Mika Maulana Istana Yatim, Ustadz Mika Maulana Istana Yatim Pondok Cabe, Ustadz Mika Maulana Suhelmi Istana Yatim Pondok Cabe, Motivasi Islami, Artikel Motivasi, Artikel Motivasi Islami, Inspirasi Islami, Kisah Inspirasi, Kisah Inspirasi Islami, Artikel Islami, Kumpulan Artikel Islami, Kumpulan Artikel Motivasi.






Tidak ada komentar:
Posting Komentar