Social Media

twitterfacebookgoogle plusinstagramrss feedemail

Jumat, 13 September 2013

MUSTAJABNYA DO’A SANG PENDOSA

tag : Ustadz Mika Maulana, Mika Maulana, Ust.Mika Maulana Suhelmi, Mika Maulana Suhelmi, Ustadz Mika Maulana Suhelmi, Muka Maulana Pondok Cabe, Mika Maualan Istana Yatim, Ustadz Mika Maulana Istana Yatim, Ustadz Mika Maulana Istana Yatim Pondok Cabe, Ustadz Mika Maulana Suhelmi Istana Yatim Pondok Cabe, Motivasi Islami, Artikel Motivasi, Artikel Motivasi Islami, Inspirasi Islami, Kisah Inspirasi, Kisah Inspirasi Islami, Artikel Islami, Kumpulan Artikel Islami, Kumpulan Artikel Motivasi.
Cerita Inspirasi :
Menjelang ashar tadi, seorang teman lama memulai chatting dengan saya, menyatakan keinginannya bertemu dan curhat, mau berubah jadi lebih baik katanya, namun dia takut,grogi dan malu ketemu saya lantaran dosa yang dimilikinya, padahal dosa saya juga gak kalah banyak mungkin dari dia.

Yah tapi itu manusiawi, ketika kita merasa terbebani oleh dosa-dosa kita terkadang kita 'kebingungan' mengawali perubahan dari mana, yang hasilnya malah menunda perubahan / pertaubatan itu sendiri jadinya.

Jadi teringat salah satu kisah di zaman Nabi Musa A.s saat terjadi kekeringan melanda, tanaman tidak tumbuh karena hujan sangat lama tidak turun bahan makanan terus menipis sehingga manusia was was akan masa itu.

Maka berkumpulah 70 ribu orang meminta Nabi Musa agar ikut bersama mereka memohon kepada Allah agar diturunkan hujan. “Wahai Musa A.s bukankah engkau orang yang berbicara pada Allah?, mohonkanlah agar hujan turun karena kita dilanda masa paceklik berkepanjangan karena kekeringan!!!”: kata mereka.

Mereka semua pergi ke sebuah bukit, 70 ribu orang dan 1 orang Nabi bersama-sama memohon kepada Allah agar diturunkan hujan.  Sudah beberapa lama mereka memohon belum juga terlihat tanda-tanda akan hujan, Nabi Musa memuji dan berdo’a seraya berkata: “Ya Allah lihatlah kami disini mengharap kepadaMU, kasihanilah anak yang menyusui, orang tua yang kelaparan, binatang yang kami ternak.  Turunkanlah hujan atas kasih sayangMU”.

Setelah ditunggu belum juga terlihat awan sebagai isyarat akan turun hujan, maka Musa A.s berkata lagi: “Wahai Allah jika sekiranya ada kemulian yang Engkau berikan padaku disisiMu kabulkanlah do’a hambaMu.

Ditengah kebingungan terdengar bisikan Allah ditelinga Nabi Musa A.s, :  “Wahai Musa tahukah engkau kenapa aku masih belum mengabulkan do’a kalian semua???….”

“Apa gerangan ya Allah hingga Engkau masih menahan hujan sedangkan kami sangat mengharapkan hujan tersebut???”

Allah menjawab: ” diantara kalian ada seseorang yang telah melakukan dosa kepadaKu secara terang-terangan, suruh ia keluar dari kelompok kalian, maka akan Aku turunkan hujan sesuai permintaan kalian.”

Musa A.s bertanya: “bagaimanakah suaraku akan terdengar diantara banyaknya manusia disini?”

Berkatalah wahai Musa maka AKU yang akan menyampaikan kata-katamu, maka Nabi Musa A.s berkata: “wahai kalian semua jika kamu yang merasa melakukan dosa secara terang-terangan terhadap Allah maka keluarlah dari kelompok ini”, suara nabi musa A.s pun bergema dan didengar oleh semua orang yang ada disitu.

Berdirilah seorang laki-laki melihat kekanan dan kekiri adakah orang yang keluar dari perkumpulan itu sampai akhirnya tidak ada juga yang keluar maka sadarlah ia bahwa dirinya yang dimaksud suara itu.

Dengan rasa bingung dan malu berkecamuk dibenaknya dia berfikir jika keluar maka akan hina karena dosanya diketahui banyak manusia. maka ia memasukan kepala kedalam baju seraya menangis dan memohon ampun, belum selesai ia menangis hujan pun turun.

Nabi Musa A.s bertanya: ” Wahai Allah tak ada yang keluar dari kumpulan manusia disini kenapa hujan sudah turun??”

Allah menjawab: “Tahukan engkau Musa??? ia menangis bertobat dengan penuh malu dan mengaharap padaKU apakah pantas bagiku tidak mengabulkan do’anya??

Subhanallah,

Saudaraku, hamba yang baik bukanlah hamba yang tak pernah salah dan tak berlumur dosa, namun hamba yang baik adalah mereka yang mau mengakui, bertaubat serta memperbaiki kesalahan dan dosa-dosanya.

Jangan ragu untuk bertaubat dan memulai perubahan, mumpung masih ada waktu, masih ada nafas, dan masih ada nyawa, karena Allah masih sangat sabar dan setia menunggu kita semua bertaubat ke jalan-Nya kembali.
Insya Allah...
Wassalam,

Mika Maulana S
Berbagi Inspirasi, Berbagi Motivasi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar