Social Media

twitterfacebookgoogle plusinstagramrss feedemail

Selasa, 24 September 2013

Pembodohan via FB : Like dan Comment, Kemudian Lihat Apa Yang Terjadi

 tag : Ustadz Mika Maulana, Mika Maulana, Ust.Mika Maulana Suhelmi, Mika Maulana Suhelmi, Ustadz Mika Maulana Suhelmi, Muka Maulana Pondok Cabe, Mika Maualan Istana Yatim, Ustadz Mika Maulana Istana Yatim, Ustadz Mika Maulana Istana Yatim Pondok Cabe, Ustadz Mika Maulana Suhelmi Istana Yatim Pondok Cabe, Motivasi Islami, Artikel Motivasi, Artikel Motivasi Islami, Inspirasi Islami, Kisah Inspirasi, Kisah Inspirasi Islami, Artikel Islami, Kumpulan Artikel Islami, Kumpulan Artikel Motivasi.


Perhatikan betul hal berikut : "facebook sendiri tidak memberikan layanan gambar bergerak (.gif , flash dan sejenisnya)". 

“Coba ketik angka 8, kemudian like, dan lihat apa yang terjadi “ . Para pengguna facebook pasti pernah menemui postingan semacam ini. Dengan memasang foto yang membuat kita penasaran akan seperti apa lanjutannya, kita diajak untuk like dan komen di postingan tersebut. Dan apa yang terjadi ? . . tidak ada apa-apa. Kita perlu tahu bahwa postingan seperti itu cuma modus untuk mendapat keuntungan oleh pihak tertentu.



Simak artikel Yahoo! News berikut ini . . .

Begitu telah mengumpulkan banyak “like”, halaman itu kemudian dijual untuk mendapatkan uang kepada para pelaku bisnis agar mereka agar terlihat populer. Sebuah blog yang diposkan oleh Daylan Pearce, ahli mesin pencari di Next Digital di Melbourne, menjelaskan bagaimana cara kerja penipuan (scam) dan menunjukkan bagaimana halaman-halaman tersebut dijual. Unggahan gambar yang berisi deskripsi seperti “Klik ‘like’ jika Anda bisa melihat harimau”, atau “Berikan komentar dan lihatlah apa yang akan terjadi” digunakan untuk mengumpulkan “like” dan komentar untuk sejumlah halaman.
Begitu halamannya telah mengumpulkan ribuan “like” dan komentar, maka halaman itu akan memiliki posisi tertinggi dalam News Feed para pengguna Facebook. “Like” bagaikan mata uang bagi situs tersebut. Pearce mengungkapkan bahwa halaman dengan 100.000 “like” dapat dijual seharga $200 (sekitar Rp2 juta).
Pearce menjelaskan dalam blognya, semakin banyak “like” dan “share” dan komentar yang didapat, semakin terbuka pula peluang mendapatkan keuntungan dalam jangka waktu pendek dan panjang. Begitu sebuah halaman sudah mendapatkan 700 ribu “like” (dengan cara menipu), maka halaman itu akan dijual ke orang lain yang ingin populer dalam waktu cepat. Informasi halaman pun diubah — bukan lagi soal kanker, binatang dsb tetapi mengenai bisnis.
David Em, peniliti jaringan keamanan senior di Kaspersky Lab berkata, “Situs jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter mengalami peningkatan target kejahatan dunia maya.”
Semakin banyak like yang dimiliki suatu page facebook, nilai jualnya semakin tinggi. Jadi secara tidak langsung telah terjadi praktek pembodohan publik via jejaring sosial. Padahal dari pihak  facebook sendiri tidak memberikan layanan gambar bergerak (.gif , flash dan sejenisnya)Maka dari itu kalau menemui postingan seperti itu jangan digubris. Coba lihat para user yang komen di postingan seperti itu, mereka kebanyakan dipicu rasa penasaran.Meski kedengarannya sepele, jangan mau dimanfaatkan. Yang untung cuma admin page-nya.
Semoga bermanfaat dan menambah wawasan Anda semua...!!!
Source:ganzimaru.wordpress
SEDEKAH PEDULI YATIM PIATU DAN DHU'AFA ISTANA YATIM
Rek. Zakat, Infaq & Sedekah : 
BCA : 8800-454-744 BNI : 021-763-7466 MANDIRI : 101-00-0608805-6 a/n : Yayasan Darul Ilmi Al Fikri 
Rek. Wakaf ISTANA Yatim : 
MUAMALAT : 0000-257-859 MANDIRI : 164-00-0017431-0 BCA : 8800-50000-2 a/n : Yayasan Darul Ilmi Al Fikri 
Info : www.alfikriindonesia.com  www.istanayatim.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar