Social Media

twitterfacebookgoogle plusinstagramrss feedemail

Jumat, 13 September 2013

SENYUMAN NABI AYUB A.S.

tag : Ustadz Mika Maulana, Mika Maulana, Ust.Mika Maulana Suhelmi, Mika Maulana Suhelmi, Ustadz Mika Maulana Suhelmi, Muka Maulana Pondok Cabe, Mika Maualan Istana Yatim, Ustadz Mika Maulana Istana Yatim, Ustadz Mika Maulana Istana Yatim Pondok Cabe, Ustadz Mika Maulana Suhelmi Istana Yatim Pondok Cabe, Motivasi Islami, Artikel Motivasi, Artikel Motivasi Islami, Inspirasi Islami, Kisah Inspirasi, Kisah Inspirasi Islami, Artikel Islami, Kumpulan Artikel Islami, Kumpulan Artikel Motivasi.

Allah S.W.T mencintai hamba-hamba-Nya dengan cara yang unik dan berbeda-beda. Semakin tinggi ketakwaan seorang hamba, semakin unik cara Dia mencintainya. Salah satunya adalah Nabi Allah Ayub AS.

Lelaki yang diamanahkan Allah untuk mengemban misi ketuhanannya itu dicintai Allah dengan penyakit yang sangat parah. Tak tanggung-tanggung, karena penyakitnya itu, ia dijauhi istri,sahabat dan kerabatnya. Mereka tak tahan berdekatan lantaran aroma tak sedap dan takut tertular.

Maha suci Allah yang telah menciptakan manusia semulia nabi Ayub AS. Ia tak pernah membenci Allah dengan takdirnya, tak pula ia merasa bahwa Tuhan yang dicintainya itu tak adil terhadap kehidupannya.

Semakin berat sakit yang dirasa, justru membuat semakin besar kecintaan nabi Ayub kepada Allah. Dan mulianya lagi, semakin parah penyakitnya justru membuat semakin merekah senyuman beliau sehingga Allah S.W.T beserta para malaikat pun tersenyum oleh kesabaran lelaki mengagumkan itu.

Memang takkan sebanding jika sekarang saya mengajukan sebuah nama untuk menyandingkannya dengan Nabi Allah itu. Namun teramat banyak saya harus belajar tentang arti kesabaran dan cinta kepada Allah dari jama'ah yang satu ini.

Seruni, yang lebih akrab saya sapa dengan panggilan kak Runi, selain usia beliau yg lebih tua dari saya, juga karena kebetulan beliau sudah menganggap saya adik angkatnya sejak beberapa tahun silam.

Kak Runi sudah 5 tahun di diagnosa menderita sakit peradangan tulang, sehingga ia hanya bisa tergolek tak berdaya di kasurnya selama 5 tahun tersebut.

Sampai sini nggak ada yg special mungkin selain rasa iba kita kepada beliau.Tapi yakinlah, kita bisa banyak belajar ketabahan dari kakak saya yang satu ini.

"Do'akan kakak yah, jangan do'akan kakak supaya cepat sembuh, tapi do'akan kakak supaya bisa tetap sabar, ikhlas dan bersyukur dengan penyakit yang kakak miliki, do'akan supaya Allah semakin besar cinta dan ridho-Nya kepada kakak, melebihi besarnya ridho kakak atas penyakit pemberian-Nya ini."

Luar biasa kakak saya yg satu ini, ia amat bersyukur Allah menimpakan penyakit ini kepadanya, meski sudah sangat lama ia menjalani hari-harinya di kamar tidur dan hidup dengan bantuan orang lain,tapi ia tetap mencoba tersenyum.

"Kalau kakak sembuh, kakak nggak yakin akan tetap sedekat ini dengan Allah. Kakak juga gak yakin akan tetap khusuk beribadah, dan menangis di setiap sujud panjang kakak, kalo kakak bisa berdiri dan sehat, boleh jadi kakak akan menjauh dari-Nya, hidup dalam kesenangan yang membuat kakak lupa akan kematian,"tuturnya.

"Jadi, kakak tidak ingin sembuh?" tambah saya yang semakin termangu oleh kata-kata ajaibnya.

"Biarlah kakak tetap seperti ini. Kakak yakin Allah sedang mencintai kakak dengan takdirnya. Jujur, kakak tak ingin sembuh karena kakak takut Allah tak lagi mencintai kakak."

Duh kak, malu rasanya kami-kami yang masih sehat ini, yang selalu merengek dan mengeluh saat sedikit kesusahan datang melanda, yang selalu banyak tak bersyukurnya dalam menjalani kehidupan.

Subhanalloh kak, rasanya tak ada alasan Allah tak mencintaimu, karena kami yakin Nabi Ayub AS juga tersenyum melihat senyuman ketabahan kakak atas takdir Allah S.W.T. Amiin Allahuma Amiin.
Wassalam,

Mika Maulana S
Berbagi Inspirasi, Berbagi Motivasi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar