Social Media

twitterfacebookgoogle plusinstagramrss feedemail

Sabtu, 26 Oktober 2013

CERITA MOTIVASI ISLAMI : KISAH ANAK KERANG


Mika Maulana - Assalamu'alaikum warrahmatullah..

Orang HEBAT tidak dihasilkan melalui kemudahan, kesenangan dan ketenangan, Mereka dibentuk melalui kesulitan, rintangan dan air mata.

     Pada suatu hari seekor anak kerang di dasar laut mengadu dan mengaduh pada ibunya sebab sebutir pasir tajam memasuki tubuhnya yang merah dan lembek.

     "Anakku," kata sang ibu sambil bercucuran air mata,  " Tuhan tidak memberikan pada kita bangsa kerang sebuah tangan pun, sehingga Ibu tak bisa menolongmu. Sakit sekali, aku tahu anakku. Tetapi terimalah itu sebagai takdir alam."

     "Kuatkan hatimu. Jangan terlalu lincah lagi. Kerahkan semangatmu melawan rasa ngilu dan nyeri yang menggigit. Balutlah pasir itu dengan getah perutmu. Hanya itu yang bisa kau perbuat",  kata ibunya dengan sendu dan lembut.

     Anak kerang pun melakukan nasihat bundanya.Ada hasilnya, tetapi rasa sakit bukan alang kepalang.Kadang di tengah kesakitannya,   ia meragukan nasihat ibunya.Dengan air mata ia bertahan, bertahun-tahun lamanya. Tetapi tanpa  disadarinya   sebutir mutiara mulai terbentuk dalam dagingnya.Makin lama makin halus. Rasa sakit pun makin berkurang.Dan semakin lama mutiaranya semakin besar.Rasa sakit menjadi terasa lebih wajar.

     Akhirnya sesudah sekian tahun, sebutir mutiara besar, utuh mengkilap, dan berharga mahal pun terbentuk dengan sempurna.Penderitaannya berubah menjadi mutiara. Air matanya berubah menjadi sangat berharga. Dirinya kini,  sebagai hasil derita  bertahun-tahun, lebih berharga daripada sejuta kerang lain yang cuma disantap orang sebagai kerang rebus di pinggir jalan.

******************
Cerita di atas adalah sebuah paradigma yg menjelaskan bahwa penderitaan adalah lorong transendental untuk menjadikan "kerang biasa" menjadi "kerang luar biasa".  Karena itu dapat dipertegas bahwa kekecewaan dan penderitaan dapat mengubah "orang biasa" menjadi "orang luar biasa". Banyak orang yang mundur saat berada di lorong transendental tersebut, karena mereka tidak tahan dengan cobaan yang mereka alami.Ada dua pilihan sebenarnya yang bisa mereka masuki:menjadi `kerang biasa' yang disantap orang, atau menjadi `kerang yang menghasilkan mutiara'.Sayangnya, lebih banyak orang yang mengambil pilihan pertama,sehingga tidak mengherankan bila jumlah orang yang sukses lebih sedikit dari orang yang `biasa-biasa saja'.

So..sahabat mungkin saat ini kamu sedang mengalami penolakan, kekecewaan, kesedihan, atau terluka karena orang2 dan hal2 di sekitar kamu. Cobalah untuk tetap tersenyum dan tetap berjalan di lorong tersebut, dan sambil katakan didalam hatimu.

"Airmataku diperhitungkan Tuhan..dan penderitaanku ini akan mengubah diriku menjadi mutiara2... " (Source:internet)
****************

SEDEKAH PEDULI YATIM PIATU DAN DHU'AFA ISTANA YATIM
  • Untuk membiayai operasional "boarding system" Istana Yatim (Asrama Yatim Piatu) kami.
  • Untuk membiayai operasional sekolah para santri yatim piatu dan dhu'afa Istana Yatim
  • Untuk membiayai operasional pendidikan no-regular (bimbel) para santri yatim piatu dan dhu'afa Istana Yatim.
  • Untuk membiayai pengadaan teknologi, baik perangkat keras maupun perangkat lunak.
  • Untuk membiayai penyediaan berbagai fasilitas pendukung.
Untuk informasi lebih lanjut tentang ISTANA YATIM, silahkan kunjungi websitenya : www.istanayatim.com
Untuk melihat data santri ISTANA YATIM, silahkan klik link berikut : Data Santri Istana Yatim
Rek. Zakat, Infaq & Sedekah : 
BCA : 8800-454-744
BNI : 021-763-7466
MANDIRI : 101-00-0608805-6
a/n : Yayasan Darul Ilmi Al Fikri 

Rek. Wakaf ISTANA Yatim : 
MUAMALAT : 0000-257-859
MANDIRI : 164-00-0017431-0
BCA : 8800-50000-2
a/n : Yayasan Darul Ilmi Al Fikri 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar