Ketika mendapatkan masalah kehidupan, tidak sedikit diantara kita yang berpikir untuk menyelesaikan atau mengatasi masalah tersebut. Memang hal ini tidak sepenuhnya salah. Namun kita tidak menyadari bahwa pikiran tersebut sesungguhnya membuat tekanan yang sangat besar kepada diri kita dalam menghadapi situasi tersebut. Terlebih lagi jika ternyata segala alternatif yang kita lakukan untuk mengatasi masalah tersebut, tidak memenuhi harapan kita. Tidak jarang karena hanya berpikir mengatasi masalah, akhirnya segala cara dilakukan, tidak penting lagi apakah cara tersebut benar atau salah.
Orang-orang yang beriman, meyakini bahwa walaupun masalah-masalah kehidupan itu terjadi akibat perbuatan tangan kita sendiri, namun sebuah masalah itu hadir pasti atas izin Allah Swt. Jika kita meyakini sesuatu masalah kehidupan hadir menghampiri kita atas seizin Allah Swt, maka seharusnya kita meyakini bahwa ada maksud Allah dibalik setiap masalah yang terjadi.
Banyak orang yang ketika ia ditimpa permasalahan hidup, ia akan berkata: “pasti ada hikmahnya!“. Tetapi kalau ditanya, apa sih hikmah itu, maka sebahagian besar akan kesulitan menjawabnya.
Ketahuilah bahwa hikmah dibalik musibah adalah keinginan Allah kepada kita sehingga masalah tersebut diizinkanNya hadir dalam kehidupan kita. Nah ketika kita menghadapi musibah, seharusnya agenda pertama kita adalah mengetahui hikmah tersebut. Karena jika hikmahnya sudah dipahami, maka Allah sendiri yang akan memberikan jalan keluar dan mengangkat masalah tersebut dari diri kita.
“Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” [QS Alam Nasyrah (94):5-6]

Sayangnya karena perhatian kita hanya pada bagaimana cara agar masalah kehidupan tersebut segera enyah dari hadapan kita, kita tidak pernah berupaya memahami hikmah tersebut. Karena kita tidak pernah memahami hikmahnya, maka Allah memberikan masalah tersebut berulang-ulang agar kita mengalami dan memahami maksud dibalik hadirnya sebuah permasalahan kehidupan.
Ibarat seorang guru matematika memberikan soal ujian kepada muridnya. Ketika sang murid tidak dapat menjawab dengan benar pertanyaan-pertanyaan yang diberikan sang guru, maka sang guru akan memberikan soal ujian lagi dan lagi, sampai sang murid memahaminya.Inilah kenapa Allah Swt seringkali memberikan kepada kita sebuah masalah secara berulang-ulang.
Dan tidaklah mereka memperhatikan bahwa mereka diuji sekali atau dua kali setiap tahun, dan mereka tidak (juga) bertaubat dan tidak (pula) mengambil pelajaran? [QS At-Taubah (9):126]
Sebuah masalah ibarat tungku api yang merubah beras menjadi nasi, yang merubah gandum menjadi roti. Sebuah masalah hadir untuk merubah sesuatu dalam diri kita, sadar atau tidak kita sadari. Sehingga ada kata-kata bijak, seorang pasti akan menjadi seorang yang berbeda setelah mengalami sebuah permasalahan kehidupan.
Ketika kita tidak peduli dengan hikmah dibalik sebuah musibah, maka Allah akan terus menerus menghadapkan kita dengan masalah kehidupan, sampai kita benar-benar berubah seperti yang diharapkan-Nya baru masalah tersebut akan diangkat dari hadapan kita.
Wassalam,
PEDULI YATIM PIATU DAN DHU'AFA ---> www.istanayatim.com

SEDEKAH PEDULI YATIM PIATU DAN DHU'AFA ISTANA YATIM
- Untuk membiayai operasional "boarding system" Istana Yatim (Asrama Yatim Piatu) kami.
- Untuk membiayai operasional sekolah para santri yatim piatu dan dhu'afa Istana Yatim
- Untuk membiayai operasional pendidikan no-regular (bimbel) para santri yatim piatu dan dhu'afa Istana Yatim.
- Untuk membiayai pengadaan teknologi, baik perangkat keras maupun perangkat lunak.
- Untuk membiayai penyediaan berbagai fasilitas pendukung.
Untuk informasi lebih lanjut tentang ISTANA YATIM,
silahkan kunjungi websitenya : www.istanayatim.com
silahkan kunjungi websitenya : www.istanayatim.com
Untuk melihat data santri ISTANA YATIM,
silahkan klik link berikut : Data Santri Istana Yatim
silahkan klik link berikut : Data Santri Istana Yatim
Rek. Zakat, Infaq & Sedekah :
BCA : 8800-454-744
BNI : 021-763-7466
MANDIRI : 101-00-0608805-6
a/n : Yayasan Darul Ilmi Al Fikri
BCA : 8800-454-744
BNI : 021-763-7466
MANDIRI : 101-00-0608805-6
a/n : Yayasan Darul Ilmi Al Fikri
Rek. Wakaf ISTANA Yatim :
MUAMALAT : 0000-257-859
MANDIRI : 164-00-0017431-0
BCA : 8800-50000-2
a/n : Yayasan Darul Ilmi Al Fikri
Info : www.alfikriindonesia.com
tag : Ustadz Mika Maulana, Mika Maulana, Ust.Mika Maulana Suhelmi, Mika Maulana Suhelmi, Ustadz Mika Maulana Suhelmi, Muka Maulana Pondok Cabe, Mika Maualan Istana Yatim, Ustadz Mika Maulana Istana Yatim, Ustadz Mika Maulana Istana Yatim Pondok Cabe, Ustadz Mika Maulana Suhelmi Istana Yatim Pondok Cabe, Motivasi Islami, Artikel Motivasi, Artikel Motivasi Islami, Inspirasi Islami, Kisah Inspirasi, Kisah Inspirasi Islami, Artikel Islami, Kumpulan Artikel Islami, Kumpulan Artikel Motivasi.






