
>>>>berbagi dan peduli yatim piatu dan dhu'afa ---> klik www.istanayatim.com
“Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.”
( QS. Alam Nasyrah [94] : 6 )
Dahulu kala ada seorang raja yang suka berburu. Raja ini memiliki seorang penasihat yang dekat dengannya. Setiap berburu si penasihat ini selalu menyertainya. Suatu hari ketika berburu, jari kelingking raja terluka sehingga putus karena terkena pedangnya sendiri. Si Raja bertanya kepada penasihatnya, “Apa makna dari kejadian ini?” Kemudian si penasihat mengatakan bahwa walau bagaimanapun buruknya kejadian ini, Raja harus tetap bersyukur, masih beruntung hanya jari kelingking saja yang putus.
Mendengar ucapan si penasihat, Raja menjadi marah karena Raja mengartikan si penasihat seakan senang raja mendapatkan musibah. Saking murkanya, Raja memenjarakan penasihatnya tersebut seumur hidup dan mencari penasihat yang lainnya.
Seiring dengan perjalanan waktu, Raja dan penasihat barunya, tetap menjalankan hobinya berburu. Pada suatu hari, karena keasyikan berburu Raja dan penasihat ini terpisah dari pasukan pengawal. Raja tersesat sampai ke tengah hutan belantara, yang belum pernah dia lalui sebelumnya. Tiba-tiba Raja dikepung oleh sekelompok orang, yang merupakan suku primitif yang masih suka memberikan tumbal sesembahan bagi dewa yang di pertuhankannya.
Namun sebelum menjadikan Raja dan penasihatnya sebagai persembahan tumbal bagi dewa mereka, mereka memeriksa seluruh tubuhnya karena mereka hanya memberikan tumbal sesembahan manusia yang lengkap anggota tubuhnya. Ketika mendapati Si Raja yang jari kelingkingnya tidak ada, akhirnya mereka melepaskannya. Namun, mereka tetap menjadikan penasihat Raja sebagai persembahan tumbal karena seluruh tubuhnya utuh, tidak ada yang cacat.
Setelah dilepaskan, Raja berusaha mencari jalan keluar dari hutan. Akhirnya dia berhasil dan kembali ke istananya. Sesampai di istana, si Raja merenungkan kejadian ini. Di sinilah dia teringat akan nasihat penasihatnya terdahulu, yang mengatakan apapun kejadiannya patut disyukuri. Dia merasa menyesal telah memenjarakan penasihatnya, karena tidak mampu melihat apa makna dari rasa syukur yang disampaikan penasihatnya.
Segera Raja memerintahkan untuk membebaskan penasihatnya, kemudian menceritakan kejadian yang dialaminya. Bahkan, Raja meminta maaf kepadanya lalu mengangkatnya lagi sebagai penasihat dan memberinya hadiah sebagai kompensasi hukuman yang diterimanya selama ini.Sang penasihat menjawab, “Saya telah memaafkan baginda, bahkan saya merasa bersyukur telah dipenjara. Kalau tidak, mungkin saya yang akan dijadikan tumbal sesembahan oleh suku yang telah menumbalkan penasihat Raja, pengganti saya.”
Kisah di atas mungkin sering kali juga terjadi dalam kehidupan kita sehari – hari, kita kadang begitu berduka saat kehilangan sesuatu yang berharga atau mengalami sebuah peristiwa yang tidak menyenangkan, tapi di kemudian hari kita malah justru bersyukur karena sudah kehilangan atau sudah mengalami peristiwa tersebut, lantaran Allah S.W.T telah membukakan tabir makna di balik itu semua, sehingga kita jadi mengetahui hikmahnya.
Oleh karena itu saudaraku, teruslah berbaik sangka kepada Allah S.W.T atas setiap keadaan yang kita alami. Teruslah berbaik sangka kepada Allah S.W.T atas setiap kesusahan yang menimpa kita, karena yakinlah bahwasanya tak ada yang sia-sia, tak ada yang kebetulan, semua terjadi semata atas kehendak Allah S.W.T.
“Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui.” ( QS. Al Baqarah [2] : 216 )
Allah S.W.T adalah Dzat yang Maha Mengetahui segalanya, Dia tahu mana yang terbaik, terpantas serta terindah bagi hamba-hamba-Nya, hanya kita sajalah yang sering kali berprasangka buruk terhadap kehendak-Nya, sering merasa menjadi yang paling tahu, yang paling ngerti, padahal kita cuma seorang hamba yang memiliki banyak keterbatasan, alhasil jadi berantakanlah semuanya, jadi susahlah kehidupan kita, lantaran kita tidak melibatkan Dzat yang Maha Tahu, Dia-lah Allah S.W.T.
“Aku tergantung pada prasangka hamba-Ku, dan Aku bersamanya jika ia mengingat-Ku; jika ia mengingat-Ku dalam jiwanya, maka Aku mengingatnya dalam diri-Ku; dan jika ia mengingat-Ku dalam lintasan pikirannya, niscaya Aku akan mengingat-Nya dalam pikirannya kebaikan darinya (amal-amalnya)…” (HR. Bukhari dan Muslim).
Baik sangka kepada Allah akan menghadirkan kebaikan, berburuk sangka kepada Allah pun akan menghadirkan keburukan, oleh karena itu apapun yang terjadi teruslah berbaik sangka kepada-Nya, agar kehidupan kita senantiasa penuh dengan kebaikan-kebaikan yang menghadirkan kebahagiaan.
SEDEKAH PEDULI YATIM PIATU DAN DHU'AFA ISTANA YATIM
- Untuk membiayai operasional "boarding system" Istana Yatim (Asrama Yatim Piatu) kami.
- Untuk membiayai operasional sekolah para santri yatim piatu dan dhu'afa Istana Yatim
- Untuk membiayai operasional pendidikan no-regular (bimbel) para santri yatim piatu dan dhu'afa Istana Yatim.
- Untuk membiayai pengadaan teknologi, baik perangkat keras maupun perangkat lunak.
- Untuk membiayai penyediaan berbagai fasilitas pendukung.
Untuk informasi lebih lanjut tentang ISTANA YATIM, silahkan kunjungi websitenya : www.istanayatim.com
Untuk melihat data santri ISTANA YATIM, silahkan klik link berikut : Data Santri Istana Yatim
Rek. Zakat, Infaq & Sedekah :
BCA : 8800-454-744
BNI : 021-763-7466
MANDIRI : 101-00-0608805-6
a/n : Yayasan Darul Ilmi Al Fikri
Rek. Wakaf ISTANA Yatim :
MUAMALAT : 0000-257-859
MANDIRI : 164-00-0017431-0
BCA : 8800-50000-2
a/n : Yayasan Darul Ilmi Al Fikri
Info : www.alfikriindonesia.com
tag : Ustadz Mika Maulana, Mika Maulana, Ust.Mika Maulana Suhelmi, Mika Maulana Suhelmi, Ustadz Mika Maulana Suhelmi, Muka Maulana Pondok Cabe, Mika Maualan Istana Yatim, Ustadz Mika Maulana Istana Yatim, Ustadz Mika Maulana Istana Yatim Pondok Cabe, Ustadz Mika Maulana Suhelmi Istana Yatim Pondok Cabe, Motivasi Islami, Artikel Motivasi, Artikel Motivasi Islami, Inspirasi Islami, Kisah Inspirasi, Kisah Inspirasi Islami, Artikel Islami, Kumpulan Artikel Islami, Kumpulan Artikel Motivasi.





Tidak ada komentar:
Posting Komentar