Social Media

twitterfacebookgoogle plusinstagramrss feedemail

Kamis, 10 November 2016

KELOMPOK 99 KOIN EMAS

Pada zaman dulu kala, ada seorang Raja yang sangat kaya, tapi ia merasa ada yang kurang dalam hidupnya. Repotnya, dia sendiri tak tau apa penyebabnya. Suatu pagi, ketika bangun dari tidur, Raja mendengar suara pelayan yang sedang bernyanyi, Dia pun langsung bertanya: “Wahai Pelayan, apa rahasia engkau, sehingga kamu bisa begitu bahagia?” “Tuanku Raja, hamba tak memiliki apa-apa selain dari keluarga yang bahagia & penuh syukur.” Karena merasa penasaran dgn penuturan si Pelayan, sang Raja pun memanggil penasihat kerajaan yg bijaksana untuk dimintai saran. 

“Yang Mulia, mohon beri hamba koin emas sejumlah 99, nanti koin emas akan hamba letakkan di depan pintu rumah si pelayan.” Singkat cerita, 99 Koin emas itupun diletakkan di depan rumah si pelayan. Pada saat si pelayan membuka pintu rumah, dia terkejut dan kegirangan. Si Pelayan pun menghitungnya, ternyata hanya ada 99 keping uang emas, yang berarti tak genap 100 keping. Pelayan itu pun mencarinya ke seluruh penjuru istana agar keping emas nya bisa genap 100, tapi sia-sia karena ia tetap tidak menemukannya. 

Karena Terlalu fokus akan ambisinya, berbeda dengan hari-hari sebelumnya, si pelayan tak lagi bernyanyi dan gembira. Wajahnya terlihat begitu serius dan murung. Sang Penasihat pun menjelaskan, “Tuanku, itu artinya pelayan itu telah bergabung Dengan kelompok 99 Koin,yaitu mereka yang memiliki banyak hal, tapi merasa tidak bahagia. Mereka fokus bekerja untuk mengejar satu koin lagi dan mereka lupa terhadap hal-hal lainnya, demi koinnya bisa genap 100. 

Mereka kekurangan waktu tidur, kekurangan waktu untuk keluarga, serta kekurangan waktu untuk kebahagiaan mereka sendiri. Itulah yang hamba maksud dengan kelompok 99 koin Yang Mulia.” Kita pun sering terfokus hanya pada ‘1 koin’ yang tidak ada, tanpa pernah bersyukur pada ‘99 koin’ yang sudah kita miliki. Marilah dengan modal rasa syukur, kita jalani kehidupan ini. Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah salah satu kunci bahagia.

Selasa, 27 September 2016

HIKMAH KEHIDUPAN

“Bersyukurlah untuk apa yang Anda miliki sekarang, dan teruslah berjuang untuk apa yang Anda inginkan esok. Pandanglah orang yang di bawah mu dan janganlah memandang kepada yang di atas mu, karena itu akan lebih layak bagimu untuk bersyukur dan menyadari betapa beruntungnya dirimu. Allah S.W.T sebenarnya telah menyediakan penyelesaian atas setiap kesulitan yang kita hadapi, namun Ia tidak segera menurunkannya karena Ia ingin mengetahui seberapa besarnya kesabaran,cinta dan keyakinan kita pada Nya.”
"Jangan takut tak kebagian karunia rizki-Nya, tapi takutlah kita tak bisa mensyukuri karunia rizki-Nya. Teruslah menebar manfaat dan kebaikan terhadap sesama, karena muslim yang Allah S.W.T cintai adalah muslim yang banyak bermanfaat terhadap manusia lain."

ALAM YANG BERBEDA

Lagi buka-buka file lama, nemu salah satu fhoto bareng almarhum ade saya Akbar hanafi bin Halimih, walau beda sifat dan karater ama saya, biarpun dia agak rock and roll, tapi dia selalu support perjuangan dakwah saya sejak awal saya meniti jalan dakwah.

Gak terasa jadi netes air mata saya, keingetan dari sebuah majelis ta'lim kecil hingga kini menjadi sebuah lembaga dakwah berbadan hukum, dia setia mendampingi dan mensupport saya, berjibaku bersama dalam susah dan senang. Gak terasa, sudah mau hampir setahun dia kembali ke haribaan-Nya.

Kita udah beda alam sekarang brother, moga Allah S.W.T mengampuni segala dosa-dosamu, semoga Allah menerima segala amal baikmu, semoga Allah jadikan kuburmu menjadi taman-taman syurga, dan kelak menempatkanmu disisi-Nya yang terbaik yaitu syurganya Allah S.W.T.

"Allahummaghfirlahu, warhamhu, wa'afihi, wa'fuanhu."
(Ya Allah, ampunilah dia, sayangilah dia & maafkan kesalahan-kesalahannya)

"Allahumma la tahrimna ajrahu wala taftinna ba’dahu waghfirlana walahu."
(Ya Allah, janganlah Engkau halangi pahalanya yang akan sampai kepada kami, dan jangan Engkau memberi fitah kepada kami sepeninggalnya serta ampunilah kami dan dia.)

Aamiin Allahumma Aamiin....

INDAH DI MATA SANG PENCIPTA

Assalamu'alaikum Wr,Wb...

Saudaraku....
Seburuk apapun penilaian orang terhadapmu jangan pernah hiraukan.
Karna sesungguhnya hidup bukan untuk mendapatkan pujiannya.
Namun mengharapkan Ridho-Nya.

Jika ada yang menilaimu buruk maka tersenyumlah dan lupakan perkataannya.
Jika ada yang memandangmu hina,
Maka biarkanlah karna sesungguhnya kamu indah hanya di mata Sang Pencipta.

Hidup kita bukan tentang mereka,
Atau bagaimana mendapatkan berjuta pujian darinya.
Tapi Hidup kita tentang Bagaimana Allah Ridho atas apa yang kita lakukan.

Biarkan...
Biarkan saja orang berkata buruk,
Karna mereka hanya melihat tanpa mengetahui tentangmu.

Biarkan...
Biarkan saja orang memandang rendah,
Karna sesungguhnya mereka iri dengan apa yang engkau miliki.

Ingatlah bahwa semakin besar pohon itu maka akan semakin kuat angin yang akan mencoba menerpanya.
Belajarlah dari sebuah pohon sekuat apapun angin menerpa dia tak pernah membencinya,
Seperti itulah kita, seburuk apapun penilaian orang terhadap kita maka semakin sayanglah kita padanya.

Semoga hari ini kehidupan kita menjadi jauh lebih berkah dari hari-hari sebelumnya.
Aamiin Allahumma Aamiin....

Rabu, 17 Februari 2016

LGBT, BAGAIMANA MENYIKAPINYA?

Assalamu'alaikum Wr.Wb,

Bismillahirrahmannirrahiim....

Tulisan udah dimulai dengan bismillah, mudah mudahan yang ngebaca juga pada adem hatinya.

Rame masalah LGBT, ada yang pro ada yang kontra, banyak yang pada nanya saya, melalui fb, wa dan komunikasi lainnya mengenai LGBT.

Gak ada maksud memvonis karena kita manusia gak punya hak buat menilai orang lain, kita cuma bisa saling nasehat menasehati didalam kebaikan dan nasehat menasehati di dalam kesabaran.

Cuma bisa bilang, selaku muslim patokan utama kita yah Alqur'an (Firman /perkataan Allah S.W.T) dan Alhadist ( Sabda/ perkataan Rasulullah S.A.W), adakah perkataan maupun pendapat yang lebih baik dan lebih mulia dari itu? Tidak ada pastinya.

Karena secerdas apapun kita, gak ada apa-apanya ama IlmuNya Allah, setinggi apapun kebijaksanaan kita gak akan pernah melebihi kebijaksanaan dan kemuliaan Rasulullah S.A.W.

Firman Allah S.W.T :

“Dan (Kami juga telah mengutus) Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah) tatkala dia berkata kepada kaumnya. ‘Mengapa kalian mengerjakan perbuatan fahisyah itu, yang belum pernah dikerjakan oleh seorang pun (di dunia ini) sebelum kalian? ‘Sesungguhnya kalian mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsu kalian (kepada mereka), bukan kepada wanita, malah kalian ini adalah kaum yang melampui batas” [Al-A’raf/7: 80-81]

Sabda Rasulullah S.A.W :

Dari Ibnu Abbas RA, dia berkata bahwa Rasulullah S.A.W bersabda:
“Artinya : Allah melaknat siapa saja yang melakukan perbuatan kaum Luth, (beliau mengulanginya sebanyak tiga kali).”
[ HR Nasa’i ]

Jelas dong, so case close, udah jelas hukumnya.

Waba'du,
Pelaku LGBT itu suka atau tidak suka yah memang mereka sakit, karena LGBT tuh udah kayak penyakit yang menular, yang terus merambah kemana mana, kita-kita yang sehat sudah sepatutnya mengobati, mencegah dan mendo'akan mereka yang sakit supaya yang sakitnya sembuh dan yang sehat gak ketularan sakit, bukan malah mendukung mereka agar tetep terjangkiti penyakit dan menularkan kepada yang lainnya dengan melakukan pembiaran atau pembelaan membabi buta.

Semoga Allah S.W.T menyembuhkan saudara-saudara kita yg sudah terjangkiti LGBT, dan semoga senantiasa Allah S.W.T menjaga kita semua yang masih sehat.

Aamiin Allahumma Aamiin....

Wassalam,
Mika Maulana S

Rabu, 10 Februari 2016

HAVING IS GIVING (MILIK KITA ADALAH APA YANG KITA BERIKAN)


Banyak orang yang merasa ragu dengan keajaiban sedekah, Tapi jika mereka semua mau bersedekah hari ini juga, maka di esok hari tak ada seorangpun yang ragu akan keajaiban sedekah.

Sedekah membuat kita lebih pantas untuk mendapatkan kebaikan yang jauh lebih besar karena sedekah mengundang rejeki yang jauh lebih banyak dan lebih berkah.

Bersedekahlah pada hari ini, di hari esok, dan tetaplah bersedekah di hari-hari selanjutnya, karena milik kita yang sesungguhnya adalah apa-apa yang kita sedekahkan.

Mari terus berbagi dan peduli melalui ISTANA YATIM :

Rek. Zakat, Infaq & Sedekah :

BCA : 8800-454-744
BNI : 021-763-7466
BRI : 0524-01-000215-30-2
MANDIRI : 101-00-0608805-6
CIMB NIAGA Syariah: 528.01.000.59.009

a/n : Yayasan Darul Ilmi Al Fikri

Rek. Wakaf ISTANA Yatim :

MUAMALAT : 337-000-1299
MANDIRI : 164-00-0017431-0
BCA : 8800-50000-2

a/n : Yayasan Darul Ilmi Al Fikri

www.istanayatim.com

Twitter : @istanayatim

(021) 97100622

Selasa, 02 Februari 2016

SYUKUR MEMBELI BAHAGIA


‘’Dalam dunia bisnis, aku adalah simbol dari kesuksesan, seakan-akan harta dan diriku tak terpisahkan. Karena selain kerja, hobiku tak banyak. Saat ini aku berbaring di rumah sakit, merenung jalan kehidupanku; Kekayaan, nama, kedudukan.… Semuanya itu tidak ada artinya lagi. Malam yang hening, cahaya dan suara mesin di sekitar ranjangku, bagai nafas maut kematian yang mendekat padaku. Sekarang aku mengerti. Seseorang, asal memiliki harta secukupnya buat digunakan sendiri, itu sudah cukup…..’’

Itulah petikan dari kata-kata terakhir Steven ‘’Steve’’ Jobs, sebelum CEO Apple Inc. tersebut wafat pada 5 Oktober 2011.

“Money can buy pleasure but not happiness.” Yang kurang lebih kalo kita terjemahin artinya “Uang bisa membeli kesenangan tetapi tidak kebahagiaan.” Yah itulah yang dirasakan oleh boss Apple Inc. Saat terkulai lemah karena sakit menunggu ajal di pembaringannya. Dia tersadar bahwa selama ini dia hanya memiliki kesenangan bukan kebahagiaan. Karena kebahagiaan sejatinya bukan di ukur dari banyaknya harta yang menumpuk, melainkan dari banyaknya rasa syukur yang kita miliki.

Walau rumah kaya kandang burung tapi bener-bener akan terasa indah, enak dan  nyaman di dalamnya, manakala kita mensyukuri kehangatan  bercengkrama bersama istri dan anak-anak kita tercinta, karena ternyata bukan ukuran rumah yang menjadi ukuran kenyamanan, tapi rasa syukur kita yg kurang yang membutakan kenikmatan yang ada. Maka perbanyaklah bersyukur agar bisa membeli bahagia.

Siapapun dan bagaimanapun keadaan ekonomi kita, senantiasa buatlah kebahagiaan di hati banyak orang, niscaya hati kita pun akan dipenuhi oleh kebahagiaan yang banyak juga. Tebarlah kebaikan sebanyak-banyaknya sebagai rasa syukur, niscaya kehidupan kita juga akan dihiasi dengan kebaikan-kebaikan.

Mari berbagi dan peduli melalui ISTANA YATIM :

Rek. Zakat, Infaq & Sedekah :
BCA : 8800-454-744
BNI : 021-763-7466
BRI : 0524-01-000215-30-2
MANDIRI : 101-00-0608805-6
CIMB NIAGA Syariah: 528.01.000.59.009
a/n : Yayasan Darul Ilmi Al Fikri

Rek. Wakaf ISTANA Yatim :
MUAMALAT : 337-000-1299
MANDIRI : 164-00-0017431-0
BCA : 8800-50000-2
a/n : Yayasan Darul Ilmi Al Fikri

www.istanayatim.com
Twitter : @istanayatim
(021) 97100622

Kamis, 21 Januari 2016

BENER & GAK BENER


JAMA'AH : Ustadz, bener gak sih kalo sedekah tapi ngarep ? ngarep dapet jodoh, ngarep kesembuhan, ngarep rejeki lancar, ngarep surga ??

USTADZ   : Insya Allah bener, kan emang Allah janjiin juga di alqur'an, Nabi juga ngasih tau kok dalam beberapa hadist hadistnya.

JAMA'AH : Lah terus kalo sedekahnya sedekah aja gak ngarep apa-apa, semata pengen sedekah karena patuh terhadap perintah Allah dan Rosul-Nya gimana tuh? bener gak ?

USTADZ   : Insya Allah bener juga.

JAMA'AH : Lah kalo keduanya bener, terus yang gak bener yang mana dong jadinya?

USTADZ   : Yang gak bener yah yang cuma nanya ama ngeributin keduanya doang tapi gak sedekah sedekah.....!!!

Hikmah :
Sering kali kita begitu sibuk dalam berdebat masalah amaliah dalam agama, bahkan sampai kerap kali merasa menjadi yang paling benar dan paling tahu dengan menjatuhkan saudara seiman sendiri, saking sibuknya berdebat sebuah amaliah, malah kelupaan untuk mengamalkan sendiri.

Sibukkan saja diri ini untuk memperbanyak kebaikan, bukan memperbanyak debat masalah kebaikan, atau bahkan menilai sebuah amal kebaikan orang lain.

Rek. Zakat, Infaq & Sedekah :
BCA : 8800-454-744
BNI : 021-763-7466
BRI : 0524-01-000215-30-2
MANDIRI : 101-00-0608805-6
CIMB NIAGA Syariah: 528.01.000.59.009
a/n : Yayasan Darul Ilmi Al Fikri

Rek. Wakaf ISTANA YATIM :
MUAMALAT : 337-000-1299
MANDIRI : 164-00-0017431-0
BCA : 8800-50000-2
a/n : Yayasan Darul Ilmi Al Fikri
www.istanayatim.com

Rabu, 20 Januari 2016

KENAPA ORANG BAIK SERING TERSAKITI...?


 Menjadi baik adalah sebuah pilihan sekaligus sebuah keharusan, namun seringkali kita merasa kebaikan kita tak berbalas, padahal sejatinya setiap amal pasti ada balas sekalipun sebesar biji sawi kebaikan yang kita tanam, semoga pertanyaan-pertanyaan di bawah ini yang sering kali muncul dalam hati saat merasa kebaikan tak terbalas bisa reda dan menjadi kebersyukuran kita karena telah menjadi baik.

 KENAPA ORANG BAIK SERING TERSAKITI...?
→ Karena orang baik selalu mendahulukan orang lain.
Dalam semesta kebahagiaannya, ia tidak menyediakan untuk dirinya sendiri, kecuali hanya sedikit.

KENAPA ORANG BAIK SERING TERTIPU & DI FITNAH...?
→ Karena orang baik selalu memandang orang lain tulus seperti dirinya. Ia tidak menyisakan sedikitpun prasangka bahwa orang yang ia pandang penyayang mampu mengkhianatinya.

KENAPA ORANG BAIK SERING DI HINA...?
→ Karena orang baik tak pernah diberi kesempatan membela dirinya. Ia hanya harus menerima, meski bukan ia yang memulai perkara.

KENAPA ORANG BAIK SERING MENETESKAN AIR MATA...?
→ Karena orang baik tidak ingin membagi kesedihan. Ia terbiasa mengobati sendiri lukanya, dan percaya bahwa suatu saat Allah akan mengganti kesedihannya dengan kebahagiaan.

TAPI, KENAPA ORANG BAIK TAK PERNAH MEMBENCI YANG MELUKAINYA...?
→ Karena orang baik selalu memandang bahwa di atas semua, Allah-lah hakikatnya.
Jika Allah yang mengarahkan gerak-gerik hidupnya, bagaimana ia akan mendebat kehendak-Nya. Itulah sebabnya orang-orang baik tidak memiliki dendam dalam kehidupannya.

Maka tetaplah menjadi baik agar senantiasa dekat dengan Allah S.W.T, Dzat Yang Maha Baik


Keep Spirits,

Mika Maulana S