Assalamu'alaikum Wr.Wb,
Bismillahirrahmannirrahiim....
Tulisan udah dimulai dengan bismillah, mudah mudahan yang ngebaca juga pada adem hatinya.
Rame
masalah LGBT, ada yang pro ada yang kontra, banyak yang pada nanya
saya, melalui fb, wa dan komunikasi lainnya mengenai LGBT.
Gak
ada maksud memvonis karena kita manusia gak punya hak buat menilai orang
lain, kita cuma bisa saling nasehat menasehati didalam kebaikan dan
nasehat menasehati di dalam kesabaran.
Cuma bisa bilang, selaku
muslim patokan utama kita yah Alqur'an (Firman /perkataan Allah S.W.T)
dan Alhadist ( Sabda/ perkataan Rasulullah S.A.W), adakah perkataan
maupun pendapat yang lebih baik dan lebih mulia dari itu? Tidak ada
pastinya.
Karena secerdas apapun kita, gak ada apa-apanya ama
IlmuNya Allah, setinggi apapun kebijaksanaan kita gak akan pernah
melebihi kebijaksanaan dan kemuliaan Rasulullah S.A.W.
Firman Allah S.W.T :
“Dan
(Kami juga telah mengutus) Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah) tatkala
dia berkata kepada kaumnya. ‘Mengapa kalian mengerjakan perbuatan
fahisyah itu, yang belum pernah dikerjakan oleh seorang pun (di dunia
ini) sebelum kalian? ‘Sesungguhnya kalian mendatangi lelaki untuk
melepaskan nafsu kalian (kepada mereka), bukan kepada wanita, malah
kalian ini adalah kaum yang melampui batas” [Al-A’raf/7: 80-81]
Sabda Rasulullah S.A.W :
Dari Ibnu Abbas RA, dia berkata bahwa Rasulullah S.A.W bersabda:
“Artinya : Allah melaknat siapa saja yang melakukan perbuatan kaum Luth, (beliau mengulanginya sebanyak tiga kali).”
[ HR Nasa’i ]
Jelas dong, so case close, udah jelas hukumnya.
Waba'du,
Pelaku
LGBT itu suka atau tidak suka yah memang mereka sakit, karena LGBT tuh
udah kayak penyakit yang menular, yang terus merambah kemana mana,
kita-kita yang sehat sudah sepatutnya mengobati, mencegah dan mendo'akan
mereka yang sakit supaya yang sakitnya sembuh dan yang sehat gak
ketularan sakit, bukan malah mendukung mereka agar tetep terjangkiti
penyakit dan menularkan kepada yang lainnya dengan melakukan pembiaran
atau pembelaan membabi buta.
Semoga Allah S.W.T menyembuhkan
saudara-saudara kita yg sudah terjangkiti LGBT, dan semoga senantiasa
Allah S.W.T menjaga kita semua yang masih sehat.
Aamiin Allahumma Aamiin....
Wassalam,
Mika Maulana S
Rabu, 17 Februari 2016
Rabu, 10 Februari 2016
HAVING IS GIVING (MILIK KITA ADALAH APA YANG KITA BERIKAN)
Banyak orang yang merasa ragu dengan keajaiban sedekah, Tapi jika mereka semua mau bersedekah hari ini juga, maka di esok hari tak ada seorangpun yang ragu akan keajaiban sedekah.
Sedekah membuat kita lebih pantas untuk mendapatkan kebaikan yang jauh lebih besar karena sedekah mengundang rejeki yang jauh lebih banyak dan lebih berkah.
Bersedekahlah pada hari ini, di hari esok, dan tetaplah bersedekah di hari-hari selanjutnya, karena milik kita yang sesungguhnya adalah apa-apa yang kita sedekahkan.
Mari terus berbagi dan peduli melalui ISTANA YATIM :
Rek. Zakat, Infaq & Sedekah :
BCA : 8800-454-744
BNI : 021-763-7466
BRI : 0524-01-000215-30-2
MANDIRI : 101-00-0608805-6
CIMB NIAGA Syariah: 528.01.000.59.009
a/n : Yayasan Darul Ilmi Al Fikri
Rek. Wakaf ISTANA Yatim :
MUAMALAT : 337-000-1299
MANDIRI : 164-00-0017431-0
BCA : 8800-50000-2
a/n : Yayasan Darul Ilmi Al Fikri
www.istanayatim.com
Twitter : @istanayatim
(021) 97100622
Selasa, 02 Februari 2016
SYUKUR MEMBELI BAHAGIA
‘’Dalam dunia bisnis, aku adalah simbol dari kesuksesan, seakan-akan harta dan diriku tak terpisahkan. Karena selain kerja, hobiku tak banyak. Saat ini aku berbaring di rumah sakit, merenung jalan kehidupanku; Kekayaan, nama, kedudukan.… Semuanya itu tidak ada artinya lagi. Malam yang hening, cahaya dan suara mesin di sekitar ranjangku, bagai nafas maut kematian yang mendekat padaku. Sekarang aku mengerti. Seseorang, asal memiliki harta secukupnya buat digunakan sendiri, itu sudah cukup…..’’
Itulah petikan dari kata-kata terakhir Steven ‘’Steve’’ Jobs, sebelum CEO Apple Inc. tersebut wafat pada 5 Oktober 2011.
“Money can buy pleasure but not happiness.” Yang kurang lebih kalo kita terjemahin artinya “Uang bisa membeli kesenangan tetapi tidak kebahagiaan.” Yah itulah yang dirasakan oleh boss Apple Inc. Saat terkulai lemah karena sakit menunggu ajal di pembaringannya. Dia tersadar bahwa selama ini dia hanya memiliki kesenangan bukan kebahagiaan. Karena kebahagiaan sejatinya bukan di ukur dari banyaknya harta yang menumpuk, melainkan dari banyaknya rasa syukur yang kita miliki.
Walau rumah kaya kandang burung tapi bener-bener akan terasa indah, enak dan nyaman di dalamnya, manakala kita mensyukuri kehangatan bercengkrama bersama istri dan anak-anak kita tercinta, karena ternyata bukan ukuran rumah yang menjadi ukuran kenyamanan, tapi rasa syukur kita yg kurang yang membutakan kenikmatan yang ada. Maka perbanyaklah bersyukur agar bisa membeli bahagia.
Siapapun dan bagaimanapun keadaan ekonomi kita, senantiasa buatlah kebahagiaan di hati banyak orang, niscaya hati kita pun akan dipenuhi oleh kebahagiaan yang banyak juga. Tebarlah kebaikan sebanyak-banyaknya sebagai rasa syukur, niscaya kehidupan kita juga akan dihiasi dengan kebaikan-kebaikan.
Mari berbagi dan peduli melalui ISTANA YATIM :
Rek. Zakat, Infaq & Sedekah :
BCA : 8800-454-744
BNI : 021-763-7466
BRI : 0524-01-000215-30-2
MANDIRI : 101-00-0608805-6
CIMB NIAGA Syariah: 528.01.000.59.009
a/n : Yayasan Darul Ilmi Al Fikri
Rek. Wakaf ISTANA Yatim :
MUAMALAT : 337-000-1299
MANDIRI : 164-00-0017431-0
BCA : 8800-50000-2
a/n : Yayasan Darul Ilmi Al Fikri
www.istanayatim.com
Twitter : @istanayatim
(021) 97100622
Langganan:
Postingan (Atom)







