Social Media

twitterfacebookgoogle plusinstagramrss feedemail

Sabtu, 05 Agustus 2017

QURBAN BERKAH PENUH MANFAAT


ALLAH S.W.T berfirman :

“Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berkurbanlah,” (QS. Al-Kautsar : 2)

Dalam ayat Al-Quran tersebut perintah berqurban diungkapkan berdampingan dengan perintah sholat. Hal ini menujukkan bahwa berqurban itu merupakan ibadah yang sangat penting.

Keutamaan dari pada berqurban ini juga disabdakan oleh Rasulullah S.A.W :

Dari Aisyah, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidak ada amalan yang dikerjakan anak Adam ketika hari (raya) kurban yang lebih dicintai oleh Allah ‘Azza Wa Jalla dari mengalirkan darah, sesungguhnya pada hari kiamat ia akan datang dengan tanduk-tanduknya, kuku-kukunya dan bulu-bulunya. Dan sesungguhnya darah tersebut akan sampai kepada Allah ‘Azza Wa Jalla sebelum jatuh ke tanah, maka perbaguslah jiwa kalian dengannya.”
(HR. Ibnu Majah, At-Tirmidzi, Al-Hakim)

Yuk berqurban melalui Istana Yatim, dengan program Qurban Berkah untuk yatim piatu & dhu'afa, insya Allah qurban anda menjadi lebih berkah.

DOMBA/KAMBING -+ 25kg = Rp. 2.950.000,-
SAPI -+ 230kg = Rp. 16.000.000,-

Dana Qurban bisa di kirimkan melalui :

BCA : 8800-454-744
MANDIRI : 101-00-0608805-6
a/n : Yayasan Darul Ilmi Al Fikri

Informasi & Konfirmasi :

WA : 0856 9588 0100
BBM : 552E4B20
FB/IG : istana_yatim
Playstore : istana yatim

www.istanayatim.com

Sabtu, 03 Juni 2017

BERBURU RIDHA ALLAH S.W.T





Bagi orang-orang beriman segala keadaan dalam kehidupannya adalah baik baginya, karena ia merasa semua yang ada dalam kehidupannya adalah semata titipan-Nya.

Oleh karena itulah ia senantiasa akan menjadi pribadi yang bersyukur , tidak tamak dan tak sombong manakala kebahagiaan, kemudahan dan keberhasilan datang menghampirinya. Namun ia juga menjadi insan yang penyabar, optimis dan pantang berputus asa saat musibah, caci maki maupun kegagalan hadir menyapa kehidupannya, karena mereka sangat menyakini bahwasanya segala sesuatu berjalan atas kehendak-Nya.

Mereka pun menyakini bahwa kesuksesan yang hakiki letaknya bukan pada kekayaan dunia, bukan pula terletak pada sebuah jabatan, tapi kesuksesan hakiki itu terletak pada ridha Allah S.W.T.  Karena tujuan kesuksesan yang utama bagi orang-orang  yang beriman ialah ridha Allah S.W.T.

Dan manakala ridha Allah yang diburunya, maka perkara utama bukanlah semata seberapa besar ia meraup keuntungan dari segala usaha maupun perbuatannya, namun lebih kepada seberapa besar manfaat bisa ia tebarkan bagi sesamanya.

Semoga  Allah S.W.T memperkenankan kita semua untuk meraih kesuksesan yang hakiki dalam kehidupan ini, yaitu ridho Allah S.W.T

Aamiin Allahumma Aamiin…

Senin, 13 Februari 2017

BAYAR-BAYAR DAPET BISA DAPET UNTUNG



SERING BAYAR-BAYAR TAPI TAK DAPAT UNTUNG ?

Ingin Bayar-bayar apapun lebih mudah, cepat & Mengungtungkan?
Ingin bergabung dengan komunitas bisnis yang positif, agamis,optimis dan Visioner ?
Ingin Punya Bisnis sampingan yang flexibel, mudah & bisa dikerjakan dari rumah ?
Jika Anda menjawab "YA" dari pertanyaan diatas, maka saya punya solusi terbaik untuk Anda.

TREN-I adalah peluang bisnis yg didirikan Oleh Ustadz Yusuf Mansur, bergerak dalam bidang teknologi digital multipayment, jasa pembayaran/pembelian segala macam kebutuhan sehari-hari, baik untuk sendiri, keluarga atau keperluan kantor seperti isi ulang pulsa, listrik, internet, telepon, PDAM,tv berbayar, pembelian tiket pesawat/kereta api, e-book eksluskif karya ustadz yusuf mansur, asuransi Syariah Protren.
Bahkan kelak untuk melakukan belanja apapun baik itu di mall, toko, atau warung bisa memakai HP saja tanpa membawa uang cash.

Dan masih banyak project-project Ustadz. Yusuf Mansur kedepannya.
Yang belom ikutan paytren Ust.Yusuf Mansur, yuk bisa daftar melalui saya. Insya Allah akan saya bimbing secara personal biar cepet paham.

Yang berminat bisa hubungi saya:
Call / WA : 0856-8056-349
BBM : 5D27147F


 atau klik link berikut:
https://goo.gl/dP3rw0







Rabu, 25 Januari 2017

MUTIARA HIKMAH

 Doa itu melunakkan yang keras, menentramkan yang bersedih, mendekatkan yang jauh, menguatkan yang lemah, menyatukan yang terpisah dan menjadikan tiada menjadi ada.

 Sahabat adalah mereka yang mampu mengeluarkan kemampuan terbaik yang ada dalam diri kita dan mereka yang selalu memberi kita semangat.

    Bersedih dengan orang yang tepat lebih baik daripada berbahagia dengan orang yang salah dan oleh karena itu bijaklah anda dalam memilih sahabat.

Sahabat bukan mereka yang menghampiri kita ketika mereka butuh, namun mereka yang tetap bersama kita ketika seluruh dunia menjauh dari kita.

    Jangan pernah kamu menyakiti sahabatmu sendiri, karena sahabat adalah cara Tuhan menunjukkan bahwa Dia tidak ingin kamu sendirian dalam menjalani hidup.

Sahabat adalah mereka yang tahu apa yang mereka miliki ketika bersamamu, bukan mereka yang menyadari siapa dirimu setelah mereka kehilanganmu.

    Sahabat adalah mereka yang tahu semua kekuranganmu, namun tetap memilih bersamamu ketika orang lain pergi meninggalkanmu.









Kamis, 19 Januari 2017

ISTIRAHATLAH SEJENAK

Alkisah, seorang pedagang kayu menerima lamaran seorang pekerja untuk menebang pohon di hutannya. Karena gaji yang dijanjikan dan kondisi kerja yang bakal diterima sangat baik, maka calon penebang pohon itu pun bertekad untuk bekerja sebaik mungkin.

Saat mulai bekerja, si majikan memberikan sebuah kapak dan menunjukkan area kerja yang harus diselesaikan dengan target waktu yang telah ditentukan kepada si penebang pohon.

Hari pertama bekerja, ia berhasil merobohkan delapan batang pohon. Sore hari, mendengar hasil kerja si penebang, sang majikan terkesan dan memberikan pujian dengan tulus. "Hasil kerjamu sungguh luar biasa! Saya sangat kagum dengan kemampuanmu menebang pohon-pohon itu. Belum pernah ada yang sepertimu selama ini. Teruskan bekerja seperti itu."

Karena sangat termotivasi oleh pujian majikannya, keesokan hari si penebang bekerja lebih keras lagi. Tetapi dia hanya berhasil merobohkan tujuh batang pohon. Hari ketiga, dia bekerja lebih keras lagi, tapi hasilnya tetap tidak memuaskan, bahkan mengecewakan. Semakin bertambah hari, semakin sedikit pohon yang berhasil dirobohkan.

"Sepertinya aku telah kehilangan kemampuan dan kekuatanku. Bagaimana aku dapat mempertanggungjawabkan hasil kerjaku kepada majikan?" pikir penebang pohon, merasa malu dan putus asa. Dengan kepala tertunduk dia menghadap kepada sang majikan, meminta maaf atas hasil kerja yang kurang memadai dan mengeluh tidak mengerti apa yang telah terjadi.

Sang majikan menyimak dan bertanya kepadanya, "Kapan terakhir kamu mengasah kapak?"

"Mengasah kapak? Saya tidak punya waktu untuk itu! Saya sangat sibuk setiap hari menebang pohon dari pagi hingga sore dengan sekuat tenaga," kata si penebang.

"Nah, di sinilah masalahnya. Ingat hari pertama kamu kerja? Dengan kapak baru dan terasah, maka kamu bisa menebang pohon dengan hasil maksimal. Hari-hari berikutnya, dengan tenaga yang sama, menggunakan kapak yang sama, tetapi tidak diasah. Kamu tahu sendiri, hasilnya semakin menurun. Maka, sesibuk apapun, kamu harus meluangkan waktu untuk mengasah kapakmu, agar setiap hari bisa bekerja dengan tenaga yang sama dan hasil yang maksimal. Sekarang, mulailah mengasah kapakmu dan segera kembali bekerja!" perintah sang majikan. Sambil mengangguk-anggukkan kepala dan mengucap terima kasih, si penebang berlalu dari hadapan majikannya untuk mulai mengasah kapak.


Saudaraku...

Sama seperti si penebang pohon, kita pun setiap hari, dari pagi hingga malam hari, seolah terjebak dalam rutinitas terpola. Sibuk, dan sibuk terus, sehingga seringkali melupakan sisi lain yang sama pentingnya, yaitu istirahat sejenak, "mengasah" dan mengisi hal-hal baru untuk menambah pengetahuan, wawasan, dan spiritual.

Seperti pepatah Mandarin yang mengatakan istirahat bukan berarti berhenti, tetapi untuk menempuh perjalanan yang lebih jauh lagi. Tentunya istirahat kita seharusnya menjadi istirahat yang berkualitas dan bukan untuk bermalas-malasan. Jika kita mampu mengatur ritme kegiatan seperti ini, pasti kehidupan kita akan dinamis!