Social Media

twitterfacebookgoogle plusinstagramrss feedemail

Kamis, 04 Oktober 2018

Ajarilah Anak-anak Kalian Berkuda, Berenang dan Memanah

Rasulullah bersabda, 
“Ajarilah anak-anak kalian berkuda, berenang dan memanah” (Riwayat Sahih Bukhari/Muslim)
Sudahkah anda mengajar anak-anak anda 3 perkara ini?


FAEDAH BERKUDA, MEMANAH, BERENANG.
Sabda Rasulullah SAW : 
“Lemparkanlah (panah) dan tunggangilah (kuda).” (Riwayat Muslim)

1.  Berkuda


  • Berkuda amat baik untuk kesihatan manusia. Seluruh anggota tubuh badan dari kepala hingga ke kaki, dari fizikal hingga mental akan mendapat manfaatnya.
  • Bentuk lekuk badan belakang kuda - tempat di tunggang- baik untuk merawat segala masalah tulang belakang manusia.
  • Semasa pergerakan galloping iaitu cara rentak kuda melompat dan berlari, menyebabkan vetebra tulang belakang manusia bergesel antara satu sama lain dalam keadaan harmoni, dan meransang saraf-saraf tulang belakang, seolah-olah diurut, sedangkan pakar chiropraktik pun tidak mampu berbuat seperti gerakan natural tulang-tulang veterbra semasa orang menunggang kuda.
  • Seluruh anggota : tulang rangka, otot-otot, organ-organ viseral - termasuklah sistem penghadaman, sistem saraf, sistem voluntary mahupun involuntary, organ perkumuhan, malah geseran kepada organ-organ seksual akan teransang secara optimum untuk menjadi semakin sihat. Penunggang kuda yang hebat selalunya bebas dari mengalami sakit belakang atau ’ter’gelumang dengan tabiat-tabiat seks yang di luar tabie. Selain itu menunggang kuda turut mencerahkan mata sebab terdapat ransangan terhadap saraf kranial semasa gerakan ‘galloping’ kuda.
"dan sesungguhnya Rasulullah s.a.w. pernah mengadakan pacuan kuda dan memberi hadiah kepada pemenangnya.” (Riwayat Ahmad)


"Adapun hadiah yang dikumpulkan dari masing-masing yang berpacu, kemudian siapa yang unggul itulah yang mengambilnya, maka hadiah semacam itu termasuk judi yang dilarang. Dan Nabi sendiri menamakan pacuan kuda semacam ini, yakni yang disediakan untuk berjudi, dinamakan Kuda Syaitan. Harganya adalah haram, makanannya haram dan menungganginya pun haram juga." (Riwayat Ahmad).

Dan baginda bersabda:
“Kuda itu ada tiga macam: kuda Allah, kuda manusia dan kuda syaitan. Adapun kuda Allah ialah kuda yang disediakan untuk berperang di jalan Allah, maka makanannya, kotorannya, kencingnya dan apanya saja – mempunyai beberapa kebaikan. Adapun kuda syaitan, yaitu kuda yang dipakai untuk berjudi atau untuk dibuat pertaruhan, dan adapun kuda manusia, yaitu kuda yang diikat oleh manusia, ia mengharapkan perutnya (hasilnya), sebagai usaha untuk menutupi kebutuhannya." (Riwayat Bukhari dan Muslim)

2.  Memanah

  • Melatih emosi dan fizikal untuk meletakkan target pada sasaran. Memanah sangat menitik beratkan body balancing. Maka jika pemanah emosinya tertekan, makapanahan amat mudah tersasar. Secara tidak langsung, sukan ini melatih manusia bertenang dan menstabilkan emosi.
  • Individu yang tidak tenang, gopoh, pemarah, kurang sabar atau kurang sihat mentalnya tidak akan menjadi pemanah yang baik.
  • Perbuatan melenturkan anak panah di busurnya, kemudian melepaskannya perlu satu kekuatan fizikal, sukan ini juga satu latihan holistik kepada diri seseorang dari segi fizikal dan mental.

Bersabda Rasulullah SAW,
” Kamu harus belajar memanah kerana memanah itu termasuk sebaik-baik permainanmu.” (Riwayat Bazzar, dan Thabarani dengan sanad yang baik)  

3.  Berenang

Semasa berenang, mental, fisik, segala otot dan tulang rangka digerakkan untuk membuat satu gerakan yang berkoordinasi antara dua anggota kaki dan dua anggota tangan, selain meransang stamina ( sistem kardiovaskular )
Berenang juga memberi peluang manusia untuk menguasai air serta menjadi berani.



Minggu, 22 April 2018

JANGAN KAU KEJAR RIZKIMU


Kalau ingin menangkap ayam, jangan dikejar nanti kita akan lelah dan ayam pun makin menjauh.
Berikanlah ia beras dan makanan, nanti dengan mudah ia datang dengan rela.
Begitulah Rejeki, melangkahlah dgn baik, jangan terlalu kencang mengejar, ngotot memburu. nanti kita akan lelah tanpa hasil.
Keluarkan lah sedekah, nanti Rezeki akan datang menghampir tepat waktu.
Kalau ingin memelihara kupu-kupu, Jangan tangkap kupu-kupunya, pasti ia akan terbang.
Tetapi tanamlah bunga​.
Maka kupu-kupu akan datang sendiri dan membentangkan sayap-sayapnya yang indah.
Bahkan bukan hanya kupu-kupu yang datang, tetapi kawanan yang lain juga datang lebah, capung, dan lainnya, juga akan datang menambah warna warni keindahan.​
Sama halnya dalam kehidupan di dunia ini.
​Ketika kita menginginkan​ kebahagiaan dan keberuntungan, tanamkan kebaikan demi kebaikan, kejujuran demi kejujuran, maka kebahagiaan dan keberuntungan akan datang karena dianugerahkan oleh Allah S.W.T
Yuk berbagi dan peduli melalui Istana Yatim agar hidup lebih barokah :
🏧 Rekening Donasi :
BCA : 8800-454-744
BNI : 021-763-7466
BRI : 0524-01-000215-302
MANDIRI : 101-00-0608805-6
CIMB NIAGA Syariah: 528.01.000.59.009
a.n : Yayasan Darul Ilmi Alfikri
Rek. Wakaf ISTANA Yatim :
MUAMALAT : 337-000-1299
MANDIRI : 164-00-0017431-0
BCA : 8800-50000-2
a.n : Yayasan Darul Ilmi Al Fikri
🏡 GERAI SEDEKAH :
Jl. Cireundeu raya No.17E, Ciputat Timur Tangsel 15418
📱 CALL/SMS/WA : 085695880100
💻 Twitter & Fanpage FB: istanayatim
📷 Instagram: istana_yatim
📱 Playstore : Istana Yatim
🌎 www.istanayatim.com

Kamis, 22 Maret 2018

KEIHLASAN GULA

Jika kopi terlalu pahit, gula lah yg disalahkan karena terlalu sedikit, hingga “rasa” kopi menjadi terlalu pahit. Jika kopi terlalu manis, gula lagi disalahkan karena terlalu banyak hingga “Rasa” kopi menjadi terlalu manis. Tapi jika takaran kopi & gula balance, tentu kita semua akan berkata : "Kopinya mantap".

Kemana gula yg mempunyai andil membuat “rasa” kopi menjadi mantap ?

Gula memberi rasa 'manis' pada kopi, tapi orang menyebutnya kopi manis, bukan kopi gula.

Gula  memberi rasa 'manis' pada teh, tapi orang menyebutnya teh manis, bukan teh gula.

Kita juga sering menyebut roti manis, bukan roti gula. Sebagaimana sering juga kita menyebut syrup pandan, syrup strawberry dan sejenisnya, padahal bahan dasarnya adalah gula.
Tapi gula tetap ikhlas larut dalam memberi rasa manis.

Akan tetapi apabila berhubungan dengan penyakit, barulah gula disebut, penyakit gula.

Begitulah hidup…. Kadang kebaikan yang kita tanam tak pernah disebut orang, tapi kesalahan kita justru akan dibesar-besarkan.

Maka mari kita belajar Ikhlas seperti Gula yg larut tak terlihat, tapi sangat bermakna. 

" Tetaplah semangat memberi KEBAIKAN, Tetaplah semangat menyebar KEBAIKAN. Karena kebaikan tidak untuk disebutkan, tapi untuk dirasakan…” 

“Kebaikan yang engkau lakukan hari ini, mungkin besok atau lusa dilupakan orang. Namun  teruslah berbuat baik, karena kebaikan akan selalu melahirkan dan berbalas kebaikan lainnya.”

Keep Spirits,