Jika kopi terlalu pahit, gula lah yg disalahkan karena terlalu sedikit, hingga “rasa” kopi menjadi terlalu pahit. Jika kopi terlalu manis, gula lagi disalahkan karena terlalu banyak hingga “Rasa” kopi menjadi terlalu manis. Tapi jika takaran kopi & gula balance, tentu kita semua akan berkata : "Kopinya mantap".
Kemana gula yg mempunyai andil membuat “rasa” kopi menjadi mantap ?
Gula memberi rasa 'manis' pada kopi, tapi orang menyebutnya kopi manis, bukan kopi gula.
Gula memberi rasa 'manis' pada teh, tapi orang menyebutnya teh manis, bukan teh gula.
Kita juga sering menyebut roti manis, bukan roti gula. Sebagaimana sering juga kita menyebut syrup pandan, syrup strawberry dan sejenisnya, padahal bahan dasarnya adalah gula.
Tapi gula tetap ikhlas larut dalam memberi rasa manis.
Akan tetapi apabila berhubungan dengan penyakit, barulah gula disebut, penyakit gula.
Begitulah hidup…. Kadang kebaikan yang kita tanam tak pernah disebut orang, tapi kesalahan kita justru akan dibesar-besarkan.
Maka mari kita belajar Ikhlas seperti Gula yg larut tak terlihat, tapi sangat bermakna.
" Tetaplah semangat memberi KEBAIKAN, Tetaplah semangat menyebar KEBAIKAN. Karena kebaikan tidak untuk disebutkan, tapi untuk dirasakan…”
“Kebaikan yang engkau lakukan hari ini, mungkin besok atau lusa dilupakan orang. Namun teruslah berbuat baik, karena kebaikan akan selalu melahirkan dan berbalas kebaikan lainnya.”
Keep Spirits,






Tidak ada komentar:
Posting Komentar